intellectual property.

you are welcome to look, read, study, and learn. you are welcome to link/share it. you are welcome to quote or rewrite some of my post, but please don't forget to mention me/link my site.
but you are not allowed and please don't take any of images (with or without watermark) from this site without my permission.

Tuesday, May 20, 2014

Agenda : mini workshop at the Breakfast Club


Awal bulan, Mirla tiba-tiba towel aku nanyain apakah bisa isi mini workshop di The Breakfast Club, sebagai bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun Lir yang ketiga. Yang namanya buat teman, kalau bisa pasti dijawab bisa lah. Lagipula hitung-hitung juga sudah lama sekali ngga ke Lir. Tempat nongkrong dan ngemil yang sangat fotogenik dipakai untuk foto-foto. :p


Karena workshop ditujukan untuk yang benar-benar baru mengenal knitting, tentunya harus sebisa mungkin mudah, dan lebih bagus lagi kalau menjadi 'sesuatu' dalam 3 jam. Dan aku bersyukur sekali ketemu pola yang dishare oleh Georgie ini. Pola Georgie kuresize lagi hingga seukuran gantungan telepon genggam supaya bisa mungkin untuk diselesaikan oleh pemula dalam jarak beberapa jam.


Aku berani pake free pattern yang dishare knitter lain karena seperti umumnya mini workshop Poyeng di mini event teman, kita ga menarik biaya mengajar alias non profit. Kalaupun bayar, semuanya hanya untuk mengganti perlengkapan yang dipakai dan dibawa pulang oleh peserta.


Dan aku senang, karena ngga seperti biasanya.. 90% peserta kali ini menyelesaikan project knittingnya, dan ngga ada yang menyerah di tengah jalan! (10% terakhirpun sebenarnya cuma tinggal mata, tapi yang bersangkutan bolak-balik rehat karena mesti masak pesenan, dan yang satu lagi mesti pulang duluan.)


 Terimakasih sudah mengundang Poyeng buat ngisi workshop ya The Breakfast Club / Lir.. :)


Salam rajut dari Poyeng!


poyenghobby.blogspot.com

Friday, April 25, 2014

Sedikit Couture Knitting yang tiba-tiba mampir ke Poyeng (babak 2-tamat)


Melanjutkan cerita di babak 1, akhirnya tanggal 23 April berlalu, dan Poyeng benar-benar berhasil mendapatkan foto rajutan ini ketika sedang dipakai di catwalk!! (undercover sebagai fotografer media. :p)

Kebetulan hari itu, teman Poyeng yang juga anggota IC Jogja, mba Debora Ninik Swa, merupakan salah satu desainer anak yang mengisi Fashion Show baju anak yang merupakan pra-acara ini. Jadi Poyeng dan teman-teman dari IC Jogja semua bisa masuk dengan memakai undangan untuk melihat fashion show baju anak ini. (5 topi anak Poyeng juga dipinjam dipakai sebagai pelengkap untuk koleksi mba Debora)

*topi-topi Poyeng di fashion show anak karya Debora
Setelah acara selesai, Poyeng sengaja tidak pulang, dan aku sebagai pembawa kamera, sengaja ikut menyusup di wilayah para fotografer media yang mayoritas duduk di bagian ujung catwalk, dan selama acara inti berlangsung ikut memotret sepanjang acara. (itulah mengapa foto-foto ini bisa ada ^ ^)

Acara fashion show APPMI DIY bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan DIY ini berjudul Fashion Tendandce 2015 Re+Habitat ini diisi oleh 20 desainer dengan mengangkat batik dari Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul. Acara malam ini diharapkan bisa menjadi salah satu inspirasi fashion tahun 2015.

Mia Ridwan adalah salah satu desainer APPMI DIY yang malam ini memakai batik Kulonprogo di dalam rancangannya. Dan 3 rajutan yang dibuat Poyeng untuk ibu Mia di fashion show ini, dua diantaranya dipakai sebagai bagian dari baju pembuka dan baju penutup koleksinya! \OoO/ *ngga nyangka..
(di dalam sebuah fashion show, model dengan rancangan yang dianggap desainer paling utama biasanya diletakkan di awal dan akhir koreografi)

*baju pembuka koleksi Mia Ridwan


*baju penutup koleksi Mia Ridwan





Salam rajut dari Poyeng!

@ajeng_poyeng

Thursday, April 24, 2014

Product Review : Poyeng Starter Kit

Starter kit!!

Ini adalah salah satu produk Poyeng yang berisi kumpulan perlengkapan penunjang yang harus dibawa knitter dan atau crocheter untuk menjaga kegiatan merajutnya tetap tenang dan damai (karena semuanya ada di dalam jangkauan tangan. Haha)

Berawal dari melihat kotak perlengkapanku sendiri, aku berpikiran juga untuk membuatnya sebagai salah satu kit Poyeng, buat mereka yang ingin membeli perlengkapan dasar merajut (non benang dan knitting needle) dalam satu waktu.


Dan dengan mengumpamakan membeli untuk diri sendiri, dengan sengaja aku hunting tempat pensil dan hanya mengambil yang unik dan tinggal sedikit atau hanya tinggal satu tapi dengan harga yang sangat terjangkau. Hingga akhirnya, sampailah pada satu titik, aku kesulitan mendapatkan tempat pinsil yang unik tapi dengan harga yang terjangkau.. karena sekarang tempat pensil yang unik sulit didapat dan selalu berharga mahal (bikin KIT juga jadi lebih mahal juga), dan yang masuk budget sangatlah pasaran dan biasa saja.


Karena itulah ide untuk membuat tempat pinsil sendiri bekerja sama dengan handmade crafter yang lain muncul (bersyukur banget deh punya kenalan banyak crafter keren). Hingga lahirlah dengan selamat : dompet untuk menyimpan starter kit Poyeng yang masih memiliki harga sangat terjangkau, tapi sangat unik karena dibuat dengan tangan dan hanya dibuat satu per motifnya (dan dengan satu detail khas Poyeng di bagian dalamnya. hehe)!



Semua asisten yang melihat langsung wadah ini langsung terpikat dan tidak mampu untuk tidak memakainya satu sebagai tempat mereka menaruh perlengkapan merajut. Dan kamupun bisa juga memilikinya melalui pembelian starter kit Poyeng!


Lihat stok di Poyeng Knitting Kit.

Salam rajut

@ajeng_poyeng
poyenghobby.com

Friday, April 18, 2014

Sedikit Couture Knitting yang tiba-tiba mampir ke Poyeng (babak 1)


Tampaknya awal April ini resmi menjadi bulan yang sibuk di Poyeng custom handknit. Setelah akhir bulan kemarin berhasil menyelesaikan baby cocoon mermaid dan baby set bertema boxing, dan masih dalam proses membuat pesanan baby cocoon bertema eskrim, awal bulan langsung ditembak dengan tiba-tiba seorang desainer Jogja yang memesan 3 buah rajutan tangan custom yang harus selesai sebelum tanggal 20, karena hendak dipakai tanggal 23 April.

Aku selalu tertarik untuk mencoba setidaknya sekali sesuatu yang benar-benar baru jika sebuah kesempatan itu tiba-tiba datang menghampiri. Dan memang ini untuk pertama kalinya Poyeng mencoba mengintip dan sedikit ikut serta dalam bagaimana proses desain dari desainer fashion show. Pertama kalinya juga Poyeng membuat rajutan bertema couture. Hingga bahkan aku bersedia membuat beberapa adjustment istimewa sebagai semacam "harga kesepakatan" untuk memuaskan rasa ketertarikan pribadi ini.

Berbekal tema besar coral, memakai benang bulky, warna sudah aman dipilih, dan juga berbekal cetakan kertas untuk ukuran baju yang hendak dibuat, tepat tanggal 1 April dimulailah proyek 'petualangan' ini.
Dengan bergotong royong yang dipenuhi dengan bongkar ulang berkali-kali, beberapa begadang, kehilangan kemampuan bersosialisasi karena terlalu serius, dan bahkan tangis dan gerutuan, apalagi dibayang-bayangi deadline yang sangat pendek... syok juga ketika 3 pieces ini berhasil selesai tanggal 17 April!


Oh.. beberapa anak Poyeng pun lahir lagi dengan selamat (kami semua di Poyeng yang terlibat terharu)...




Pemilihan warna dan bentuk fisik dari baju juga ide dasar dari semua rajutan ini murni pilihan pemesan. Sedangkan pemilihan teknik dan rangkaian tusuk yang dipilih, serta bentuk aplikasi dan pemasangannya adalah hasil dari sedikit ide pemecah kebosanan dari Poyeng tentunya. :)

* * *
Note = Babak kedua dari posting ini nanti adalah setelah Poyeng berhasil mendapatkan foto mereka jika sedang dipakai di catwalk (bagaimanapun caranya, Poyeng akan berusaha mendapatkan foto-foto itu! Meskipun sifat acara ini sebenarnya hanya untuk undangan).. beserta cerita tambahan pasca menyelesaikan rajutan tanggal 17 April tentunya.


Salam rajut dari Poyeng!

@ajeng_poyeng
Related Posts with Thumbnails