intellectual property.

you are welcome to look, read, study, and learn. you are welcome to link/share it. you are welcome to quote or rewrite some of my post, but please don't forget to mention me/link my site.
but you are not allowed and please don't take any of images (with or without watermark) from this site without my permission.

Monday, September 8, 2014

About Poyeng : The Beginning part 2

Waaaa, aku lupa ngelanjutin tulisan iseng yang kumulai tahun 2012!! XD

Mari melanjutkan the Beginning part 1, sebuah dongeng ga jelas yang sebenarnya caraku menyimpan data di kepala sebelum hilang ditelan usia...

Tampaknya cerita yang lalu baru sampai tahap Poyeng yang mulai bikin logo dan bikin media sosial..

Memang, dari awal Poyeng dibuat, sudah diniatkan menjadi lebih dari hobi. Sudah diniatkan menjadi sebuah usaha yang idealismenya tidak dilupakan (alhamdulillah sampai sekarang..). Dari awal Poyeng sudah punya logo, dan aku sudah memikirkan kemungkinan garis akhir Poyeng di masa depan.


Poyeng online sama seperti sekarang ini, dari dulu menyediakan perlengkapan dan peralatan merajut yang dikirim melalui jasa kirim. Juga menerima pesanan rajutan personal yang bukan grosir. Iklan di kaskus saat itu sangat membantu karena saat itu kaskus selalu keluar di halaman pertama goggle search. Blog Poyeng sendiri baru terasa hasilnya, 6 bulan setelah dibuat, dan Poyeng baru ikutan masuk ke Facebook, setelah Facebook Page diluncurkan. (karena aku dari awal tidak mau memelihara 2 akun facebook yang berbeda).

Dan alhamdulillah ketika pasanganku mulai ikut menceburkan diri merawat Poyeng bersama, progress bisa dilakukan lebih cepat karena ada dua otak dan badan yang bekerja. Kami mulai meminjam modal untuk membuat offline shop (yang selanjutnya kami sebut workshop)


Konsep mempengaruhi bentuk fisik isi Poyeng (yang masih tetap begitu sampai sekarang). Poyeng workshop ada untuk menyediakan tempat bagi perajut utamanya di Jogja dan sekitarnya untuk mendapatkan perlengkapan dan peralatan merajut yang pada tahun 2010 masih sangat sulit untuk didapatkan di Jogja. Sekaligus menyediakan tempat untuk belajar merajut knitting, yang diajarkan seecara gratis oleh Poyeng.

Dasarnya sih karena aku dulu banyak belajar knitting dari link-link internet yang bisa diakses secara gratis, tanpa harus membayar apapun terlebih dahulu. (meskipun pada saat itu belum ada smartphone dan modem, dan ngenet harus pergi ke warnet dulu, tapi karena aku ngenet untuk knitting di sela-sela ngenet untuk kuliah, jadi ya tetep terhitung gratis juga :p )


Masih di tempat yang sama sampai sekarang, meskipun letak workshop Poyeng cukup strategis (dekat ringroad dan dekat transJogja), tapi posisinya yang sangat dekat dengan perempatan besar, membuat siapapun yang belum pernah kesana pasti kebablasan karena terlalu konsentrasi melewati perempatan setelah lampu hijau menyala. Disinilah reputasi Poyeng secara online sangat berperan, karena mayoritas pelanggan Poyeng yang ke workshop saat itu sudah tahu lebih dulu Poyeng secara online, dan karenanya tidak masalah meskipun mereka harus bolak-balik jalan Palagan karena kebablasan saat mencari workshop Poyeng. (terimakasih yaa ^ ^)


Seperti halnya semua usaha baru, pendapatan dari workshop kala itu sangat kecil dan belum seperti sekarang, dan Poyeng mayoritas masih hidup dari online dan suntikan dana pribadi. (Jadi kalo kamu bikin usaha, ngga langsung ramai, jangan menyerah ya.. semua awal usaha banyak yang seperti itu kok, bukan berarti kamu sudah gagal, kamu hanya butuh bersabar saja :) )


Knitting masih hal yang sangat baru di Jogja kala itu, dan mulai menarik perhatian. Dari kalangan mahasiswa, dan juga teman-teman profesional. Dan inilah saat dimana aku berkesempatan menulis buku pertamaku, mulai bikin ngumpul bulanan, dan diliput beberapa media lokal..

#bersambung...

Thursday, August 14, 2014

Update from workshop : wajah Poyeng saat ini


Untuk orang Jogja yang tahu Jolie aksesoris, pasti tahu betapa seringnya mereka merubah layout toko mereka. Tampaknya Poyeng juga ada sedikit kecenderungan seperti itu mesti tidak sampai membuat pelanggannya 'kesasar' di dalamnya sih..

Dan ini adalah wajah Poyeng workshop yang paling terakhir.


Meja dan kursi yang dulu selalu ada di salah satu sudut Poyeng sekarang sudah diungsikan semua sejak rating kepopulerannya menurun, berganti full ngesot. 'pintu' belakang yang kemarin-kemarin sempat geser ke kanan, sekarang kembali ke tengah. Dan tirai lama yang dulu sering diikat minggir karena menyangkut orang lewat (yang mana membuatnya jadi useless) disingkirkan dan diganti dengan tirai ala warung ramen yang tidak bakal digeser-geser karena tidak mengganggu orang lewat (atau mungkin karena kainnya berat juga)


Melihat kebutuhan tempat duduk untuk para pengantar, kursi tunggu sekarang ada baik di luar dan dalam ruangan. Dan rak benang tumbuh lagi 2 buah di depan dan belakang.

Poyeng sudah menerima bayar untuk Visa dan Mastercard!


Dan yang paling menyenangkan, wall sticker di pintu depan semuanya diganti baru! Semuanya hasil beli di Circus Giraffe (Girang banget pas nemu ada wall sticker bentuk kucing main benang rajut disana). Sticker 'welcome' sih pesan di cutting sticker lokal saja.


Tapi satu sudut yang ini memang tidak akan pernah berubah sih, secara sisi tembok Poyeng hanya sebelah ini saja.. (psst.. sekarang kipas anginnya sudah upgrade jadi air conditioner! Dijamin bakal awet pilek di dalam Poyeng.)


Bonus : foto dari cewek-cewek Poyeng. Ada sarjana lulusan sastra Arab, mahasiswi multilingual, cewek kuat jago kempo, dan dua cewek kakak beradik yang sama-sama masih kencan terbuka dengan skripsi, dan satunya lagi saya yang ikut-ikutan foto. :p

*selamat datang di Poyeng workshop!!



Salam rajut dari Poyeng! 

:D

Update Poyeng online : Aplikasi Android

Dulu awal ada tahun 2008, Poyeng online hanya beroperasi via email dengan ber'iklan' via blog dan kaskus.
Ketika Facebook meluncurkan Page, Poyeng pun akhirnya ikutan ngeksis di Page Facebook dengan masih menerima order via email dengan tata cara order yang untuk beberapa orang bikin pusing kepala karena agak panjang birokrasinya.

*tampilan blog dan page Poyeng tahun 2012

Tahun 2011, setelah admin website Poyeng udah ngga malas lagi belajar main kode, Poyeng upgrade cara pembelian menjadi full via shopping chart di poyenghobby.com, dan berhasil memangkas birokrasi menjadi secepat sekali duduk saja! (meski masih bikin pusing kepala sebagian orang yang belum terbiasa order dengan tanpa pakai ngobrol dan chatting dengan owner tokonya). Email dipakai Poyeng hanya untuk korespondensi saja dan bukan untuk jual beli.

*tampilan poyenghobby.com tahun 2012

Dan sekarang, tahun 2014, Poyeng online upgrade lagi dua kali dalam waktu yang cukup berdekatan : memiliki tampilan mobile dan memiliki format aplikasi android!

*mobile poyenghobby.com dari smartphone owner
(yg kebetulan font cellphonenya ala handwriting)

Tampilan mobile membuat kecepatan loading menjadi tidak seberat membuka tampilan desktop. Teman yang biasa akses Poyeng via Blackberry merasa gembira karena web browsernya tidak sering force closed lagi.
*search Poyeng di googleplay!

Dan aplikasi android Poyeng memudahkan pengunjung regular Poyeng yang biasa mengakses via smartphone android menjadi tidak perlu lagi membuka web browser dulu untuk mengakses Poyeng online.

Upgrade Poyeng yang lain adalah, sekarang tidak hanya poyenghobby.com tapi juga ada poyengstudio.com yang menampilkan ready stock rajutan tangan Poyeng untuk yang tidak punya waktu memesan rajutan dengan cara yang biasanya (lihat halaman ini untuk melihat update basic rules pemesanan rajutan tangan Poyeng). Dan media sosial Poyeng tidak hanya page dan blog ini saja, tapi juga ada twitter, pinterest, instagram, dan ravelry. (meskipun masi rada keteteran juga updatenya :p )

Mengajak pembeli online di Indonesia untuk terbiasa membeli via shopping chart memang sebuah pengabdian yang menjadi pekerjaan sehari-hari Poyeng yang masih dilakukan sampai saat ini, tapi kami harap pelayanan kami tidak mengecewakan. :)


Salam rajut dari Poyeng!

:D

Tuesday, May 20, 2014

Agenda : mini workshop at the Breakfast Club


Awal bulan, Mirla tiba-tiba towel aku nanyain apakah bisa isi mini workshop di The Breakfast Club, sebagai bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun Lir yang ketiga. Yang namanya buat teman, kalau bisa pasti dijawab bisa lah. Lagipula hitung-hitung juga sudah lama sekali ngga ke Lir. Tempat nongkrong dan ngemil yang sangat fotogenik dipakai untuk foto-foto. :p


Karena workshop ditujukan untuk yang benar-benar baru mengenal knitting, tentunya harus sebisa mungkin mudah, dan lebih bagus lagi kalau menjadi 'sesuatu' dalam 3 jam. Dan aku bersyukur sekali ketemu pola yang dishare oleh Georgie ini. Pola Georgie kuresize lagi hingga seukuran gantungan telepon genggam supaya bisa mungkin untuk diselesaikan oleh pemula dalam jarak beberapa jam.


Aku berani pake free pattern yang dishare knitter lain karena seperti umumnya mini workshop Poyeng di mini event teman, kita ga menarik biaya mengajar alias non profit. Kalaupun bayar, semuanya hanya untuk mengganti perlengkapan yang dipakai dan dibawa pulang oleh peserta.


Dan aku senang, karena ngga seperti biasanya.. 90% peserta kali ini menyelesaikan project knittingnya, dan ngga ada yang menyerah di tengah jalan! (10% terakhirpun sebenarnya cuma tinggal mata, tapi yang bersangkutan bolak-balik rehat karena mesti masak pesenan, dan yang satu lagi mesti pulang duluan.)


 Terimakasih sudah mengundang Poyeng buat ngisi workshop ya The Breakfast Club / Lir.. :)


Salam rajut dari Poyeng!


poyenghobby.blogspot.com

Related Posts with Thumbnails