intellectual property.

you are welcome to look, read, study, and learn. you are welcome to link/share it. you are welcome to quote or rewrite some of my post, but please don't forget to mention me/link my site.
but you are not allowed and please don't take any of images (with or without watermark) from this site without my permission.

Wednesday, January 7, 2015

memanfaatkan benang sisa SP di rumah.

Poyeng punya benang Sweet Cotton Poyeng bertumpuk di kardus gudang (dan sekarang bertambah dengan benang Sweet Sparkling juga). Benang-benang ini adalah mereka yang tidak layak jual, entah karena warnnya tidak rata, pilinannya terlalu kecil atau terlalu rapat, ada bagian yang rusak dan di banyak tempat, atau karena berat gulungannya 20% dibawah berat yang seharusnya.

Syukurlah, akhir-akhir ini sudah sangat jarang bertambah isi kardusnya, tapi hanya dari tampungan yang dulu-dulu saja pun sudah membuat aku bingung kapan akan menghabiskannya.. tumpukannya tinggiii.

Maka beberapa proyek pun dipikirkan untuk berusaha mengurangi tinggi tumpukan itu. Tentu saja dengan membuang bagian-bagian yang tidak layak rajut, dua jenis barang berhasil dihasilkan di beberapa bulan terakhir,

1. tas kecil sederhana.

Tas ini hanya terdiri dari segiempat biasa, yang dibuat memakai teknik circular dan dijahit di bagian bawahnya setelah rajutan selesai dibuat. Untuk menambah ramai bagian permukaannya, teknik stranded/fair isle pun digunakan.
Pertama kalinya tas ini dibuat, karena terinspirasi dengan tas di free knitting pattern ini. Hingga akhirnya dicobalah untuk membuat beberapa lagi dengan memakai hanya pola dasar tasnya saja, dan 'bermain-main' di bagian pola strandednya.

*tas-tas lucu ini dirajut oleh asisten-asisten Poyeng, dibuat dari benang SP, SPS, dan SSC

2. boneka karakter.

Boneka ini dibuat berdasarkan pola yang tertulis di buku ini. Sudah lama sebenarnya berniat membuatnya, tapi baru kesampaian sekarang. Asyiknya pola ini adalah, kamu hanya perlu mengikuti pola dasar bonekanya saja, sedangkan untuk warna kulit, warna baju dalam, warna mata, warna rambut, juga potongan rambut, bebas kamu kreasikan sendiri sesuai keinginanmu. Dan boneka ini dibuat berdasarkan karakter dari pemilik boneka yang hendak kuberi.

Di Indonesia sendiri sudah ada satu buku crochet tentang membuat boneka dan aksesori yang bisa kamu temui di bagian ketrampilan di toko buku, dan kulihat hanya dari covernya saja pun sudah sangat menarik untuk dicoba. (sayang aku bukan crocheter)

*kado buat teman, badan full dibuat dari SP Poyeng yang ada di kardus.

* * *
Memang sebagai seorang perajut adalah 'kewajiban' kita untuk menimbun benang setinggi-tingginya hingga pilihan yang ada adalah menambah kontainer atau lemari untuk benang kita (sebenarnya sih ini pengalaman pribadi), tapi alangkah baiknya juga jika kita bisa berusaha mengurangi sedikit demi sedikit isi timbunan kita dengan memberinya 'kehidupan' yang seharusnya dia terima. *duh lebaii..

Jadi, buka akun ravelry-mu, donlot pola-pola gratis yang cantik itu, dan rajutlah benang-benangmu dan merubahnya menjadi hadiah untuk orang-orang tersayang. :D



Salam rajut dari Poyeng!

poyenghobby.com




Saturday, January 3, 2015

Update from workshop : wajah Poyeng saat ini

Eee... buset bener deh, ini owner kok suka banget geser-geser rak..

Pelanggan Poyeng yang dah ga ke Poyeng 1-2 bulan, pasti ngga akan mendapati workshop Poyeng dalam keadaan yang seperti ketika dia ke Poyeng terakhir.

Tapi bagaimana ya.. sebenarnya Poyeng sudah seharusnya move ke tempat yang agak lebih besar sedirkit (yap, sedikiit aja lebih besarnya), tapi jodoh tampaknya masih berada disini, akhirnya jadi kita main-main deh dengan posisi benda.

Dibandingkan dengan postingan terakhir Poyeng tentang hal ini, kamu akan melihat bahwa sekarang rak pendek panjang yang dulu mepet di kiri, jadi berada di tengah sekarang. Dan di sebelah kiri jadi penuh rak-rak benang tinggi dan juga satu rak tv.

meja kasir pindah tempat, dari kanan pintu, menjadi sebelah kiri pintu, dan kita ganti meja! Otomatis kursi tunggu pindah jadi sebelah kanan pintu masuk, bersama dengan lemari baca, galon minum, dan kulkasnya.

Dan di depan dan belakang meja kasir, sekarang Poyeng pakai untuk menaruh rajutan tangan poyengstudio.com :D


Tapi, sejujurnya kita masih mau nambah rak lagi nih... jadi sepertinya postingan tentang ini bakalan masih berlanjut lagi :p

Salam rajut!!

poyenghobby.com

Monday, September 8, 2014

About Poyeng : The Beginning part 2

Waaaa, aku lupa ngelanjutin tulisan iseng yang kumulai tahun 2012!! XD

Mari melanjutkan the Beginning part 1, sebuah dongeng ga jelas yang sebenarnya caraku menyimpan data di kepala sebelum hilang ditelan usia...

Tampaknya cerita yang lalu baru sampai tahap Poyeng yang mulai bikin logo dan bikin media sosial..

Memang, dari awal Poyeng dibuat, sudah diniatkan menjadi lebih dari hobi. Sudah diniatkan menjadi sebuah usaha yang idealismenya tidak dilupakan (alhamdulillah sampai sekarang..). Dari awal Poyeng sudah punya logo, dan aku sudah memikirkan kemungkinan garis akhir Poyeng di masa depan.


Poyeng online sama seperti sekarang ini, dari dulu menyediakan perlengkapan dan peralatan merajut yang dikirim melalui jasa kirim. Juga menerima pesanan rajutan personal yang bukan grosir. Iklan di kaskus saat itu sangat membantu karena saat itu kaskus selalu keluar di halaman pertama goggle search. Blog Poyeng sendiri baru terasa hasilnya, 6 bulan setelah dibuat, dan Poyeng baru ikutan masuk ke Facebook, setelah Facebook Page diluncurkan. (karena aku dari awal tidak mau memelihara 2 akun facebook yang berbeda).

Dan alhamdulillah ketika pasanganku mulai ikut menceburkan diri merawat Poyeng bersama, progress bisa dilakukan lebih cepat karena ada dua otak dan badan yang bekerja. Kami mulai meminjam modal untuk membuat offline shop (yang selanjutnya kami sebut workshop)


Konsep mempengaruhi bentuk fisik isi Poyeng (yang masih tetap begitu sampai sekarang). Poyeng workshop ada untuk menyediakan tempat bagi perajut utamanya di Jogja dan sekitarnya untuk mendapatkan perlengkapan dan peralatan merajut yang pada tahun 2010 masih sangat sulit untuk didapatkan di Jogja. Sekaligus menyediakan tempat untuk belajar merajut knitting, yang diajarkan seecara gratis oleh Poyeng.

Dasarnya sih karena aku dulu banyak belajar knitting dari link-link internet yang bisa diakses secara gratis, tanpa harus membayar apapun terlebih dahulu. (meskipun pada saat itu belum ada smartphone dan modem, dan ngenet harus pergi ke warnet dulu, tapi karena aku ngenet untuk knitting di sela-sela ngenet untuk kuliah, jadi ya tetep terhitung gratis juga :p )


Masih di tempat yang sama sampai sekarang, meskipun letak workshop Poyeng cukup strategis (dekat ringroad dan dekat transJogja), tapi posisinya yang sangat dekat dengan perempatan besar, membuat siapapun yang belum pernah kesana pasti kebablasan karena terlalu konsentrasi melewati perempatan setelah lampu hijau menyala. Disinilah reputasi Poyeng secara online sangat berperan, karena mayoritas pelanggan Poyeng yang ke workshop saat itu sudah tahu lebih dulu Poyeng secara online, dan karenanya tidak masalah meskipun mereka harus bolak-balik jalan Palagan karena kebablasan saat mencari workshop Poyeng. (terimakasih yaa ^ ^)


Seperti halnya semua usaha baru, pendapatan dari workshop kala itu sangat kecil dan belum seperti sekarang, dan Poyeng mayoritas masih hidup dari online dan suntikan dana pribadi. (Jadi kalo kamu bikin usaha, ngga langsung ramai, jangan menyerah ya.. semua awal usaha banyak yang seperti itu kok, bukan berarti kamu sudah gagal, kamu hanya butuh bersabar saja :) )


Knitting masih hal yang sangat baru di Jogja kala itu, dan mulai menarik perhatian. Dari kalangan mahasiswa, dan juga teman-teman profesional. Dan inilah saat dimana aku berkesempatan menulis buku pertamaku, mulai bikin ngumpul bulanan, dan diliput beberapa media lokal..

#bersambung...

Thursday, August 14, 2014

Update from workshop : wajah Poyeng saat ini


Untuk orang Jogja yang tahu Jolie aksesoris, pasti tahu betapa seringnya mereka merubah layout toko mereka. Tampaknya Poyeng juga ada sedikit kecenderungan seperti itu mesti tidak sampai membuat pelanggannya 'kesasar' di dalamnya sih..

Dan ini adalah wajah Poyeng workshop yang paling terakhir.


Meja dan kursi yang dulu selalu ada di salah satu sudut Poyeng sekarang sudah diungsikan semua sejak rating kepopulerannya menurun, berganti full ngesot. 'pintu' belakang yang kemarin-kemarin sempat geser ke kanan, sekarang kembali ke tengah. Dan tirai lama yang dulu sering diikat minggir karena menyangkut orang lewat (yang mana membuatnya jadi useless) disingkirkan dan diganti dengan tirai ala warung ramen yang tidak bakal digeser-geser karena tidak mengganggu orang lewat (atau mungkin karena kainnya berat juga)


Melihat kebutuhan tempat duduk untuk para pengantar, kursi tunggu sekarang ada baik di luar dan dalam ruangan. Dan rak benang tumbuh lagi 2 buah di depan dan belakang.

Poyeng sudah menerima bayar untuk Visa dan Mastercard!


Dan yang paling menyenangkan, wall sticker di pintu depan semuanya diganti baru! Semuanya hasil beli di Circus Giraffe (Girang banget pas nemu ada wall sticker bentuk kucing main benang rajut disana). Sticker 'welcome' sih pesan di cutting sticker lokal saja.


Tapi satu sudut yang ini memang tidak akan pernah berubah sih, secara sisi tembok Poyeng hanya sebelah ini saja.. (psst.. sekarang kipas anginnya sudah upgrade jadi air conditioner! Dijamin bakal awet pilek di dalam Poyeng.)


Bonus : foto dari cewek-cewek Poyeng. Ada sarjana lulusan sastra Arab, mahasiswi multilingual, cewek kuat jago kempo, dan dua cewek kakak beradik yang sama-sama masih kencan terbuka dengan skripsi, dan satunya lagi saya yang ikut-ikutan foto. :p

*selamat datang di Poyeng workshop!!



Salam rajut dari Poyeng! 

:D
Related Posts with Thumbnails